BAGIAN
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada hakikatnya pendidikan merupakan usaha sadar
yang dilakukan manusia untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Dalam
proses pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan saja perubahan
dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu, perubahan yang diharapkan
meliputi seluruh aspek-aspek pendidikan seperti aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor. Upaya peningkatan mutu pendidikan perlu dilaksanakan secara
menyeluruh menyeliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap untuk
meningkatkan serta mengembangkan keterampilan hidup melalui seperangkat
kompetensi agar dapat bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berprestasi pada
masa yang akan datang. Keseluruhan aspek itu dapat dikembangkan melalui
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Proses pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan
menarik perhatian siswa apabila menggunakan model pembelajaran yang sesuai
pembelajaran, Pemilihan model pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran IPA
perlu memperhatikan hakekat IPA, karakterisrtik anak SD, dan kurikulum IPA
tingkat SD. Model tersebut merupakan model pembelajaran yang menarik, selain
itu siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh
pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa. Model
RBL merupakan model baru dalam pembelajaran. Model Research Based Learning atau
pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang
memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak
lagi bersumber kepada guru,namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang
akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai
motivator dan pembimbing siswa sehingga potensipotensiyang terdapat dalam diri
siswa dapat dikembangkan secara optimal. (Syafitri, 2013)
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
itu Research Based Learning?
2. Bagaimana
sifat Research Based Learning?
3. Apa
tujuan Research Based Learning?
4. Apa
manfaat Research Based Learning?
5. Apa
syarat diterapkannya Research Based Learning?
6. Bagaimana
evaluasi dalam Research Based Learning?
7. Bagaimana
karakteristik Research Based Learning?
8. Apa
saja langkah-langkah dalam Research Based Learning?
9. Bagaimana
contoh pembelajaran yang menggunakan model Research Based Learning?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
apa itu Research Based Learning?
2. Memahami
sifat Research Based Learning?
3. Mengetahui
tujuan Research Based Learning?
4. Mengetahui
manfaat Research Based Learning?
5. Mengetahui
syarat diterapkannya Research Based Learning?
6. Mengetahui
evaluasi dalam Research Based Learning?
7. Memahami
karakteristik Research Based Learning?
8. Mengetahui
langkah-langkah dalam Research Based Learning?
9. Mengetahui
contoh pembelajaran yang menggunakan model Research Based Learning?
BAGIAN
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN RESEARCH BASED LEARNING
Menurut (Rangkuti, 2016) pembelajaran
berbasis riset adalah sistem pengajaran yang bersifat otentik problem solving
dengan sudut pandang formulasi permasalahan, penyelesaian masalah, dan
mengkomunikasikan manfaat hasil penelitian.
(Mulyaningsih, 2014) Berpendapat
bahwa pembelajaran berbasis riset merupakan metode pembelajaran yang menggunakan
authentic learning, problem-solving, cooperative learning, contextual
(hands on & minds on), dan inquiry
discovery approach yang dipandu oleh filosofi konstruktivisme. Filosofi
konstruktivisme yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu:
1. Pembelajaran
yang membangun pemahaman peserta didik;
2. pembelajaran
dengan mengembangkan prior knowledge;
3. pembelajaran
yang merupakan proses interaksi sosial;
4. dan
pembelajaran bermakna yang dicapai melalui pengalaman nyata.
B. SIFAT RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Pembelajaran
berbasis riset bersifat multifaset yang mengacu kepada berbagai macam metode
pembelajaran. Pembelajaran berbasis riset memberi peluang bagi pengembangan
metode pembelajaran, seperti:
1. Pembaharuan
pembelajaran (pengayaan kurikulum) dengan mengintegrasikan hasil riset;
2. partisipasi
aktif peserta didik di dalam pelaksanaan riset;
3. pembelajaran
dengan menggunakan instrumen riset;
4. dan
pengembangan konteks riset secara inklusif (peserta didik mempelajari prosedur
dan hasil riset untuk memahami seluk-beluk sintesis).
C. TUJUAN RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Pembelajaran
berbasis riset bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mengarah
pada aktifitas analisis, sintesis, dan evaluasi serta meningkatkan kemampuan
peserta didik dan dosen dalam hal asimilasi dan aplikasi pengetahuan.
Tujuan tersebut secara rinci dapat diuraikan sebagai
berikut:
1. Meningkatkan
makna mata pelajaran agar lebih bersifat kontekstual melalui pemaparan
hasil-hasil penelitian
2. Memperkuat
kemampuan berpikir peserta didik sebagai peneliti
3. Melengkapi
pembelajaran melalui internalisasi nilai penelitian, praktik, dan etika
penelitian dengan cara melibatkan penelitian
4. Meningkatkan
mutu penelitian dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan penelitian
5. Meningkatkan
pemahaman peserta didik tentang perkembangan suatu ilmu melalui penelitian yang
berkelanjutan
6. Meningkatkan
pemahaman tentang peran penelitian dalam inovasi sehingga mendorong peserta
didik untuk selalu berpikir kreatif di masa datang
7. Meningkatkan
kualitas pembelajaran secara umum
D. MANFAAT RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Manfaat
Pembelajaran berbasis riset dikenal sejak beberapa dasawarsa yang lalu,
beberapa literatur menyetarakan dengan project-based
learning karena hampir tidak ada proyek yang tidak melibatkan penelitian
(yaitu evaluasi). Dengan pembelajaran berbasis riset maka peserta didik dapat
memperoleh berbagai manfaat dalam konteks pengembangan metakognisi dan
pencapaian kompetensi yang dapat dipetik selama menjalani proses pembelajaran.
Manfaat yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Peserta
didik mengalami pengembangan dan peningkatan kapabilitas dan kompetensi yang
lebih tinggi, termasuk:
a. Kompetensi
umum, misalnya berpikir secara kritis dan analitik, mengevaluasi informasi, dan
pemecahan masalah
b. Kompetensi
dalam hal melaksanakan dan mengevaluasi penelitian yang sangat bermanfaat dan
membantu dalam pengembangan profesional yang mengedepankan inovasi dan
keunggulan
2. Peserta
didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memiliki peluang untuk aktif di
dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan dunia praktik kelak di kemudian
hari.
3. Peserta
didik terlatih dengan nilai-nilai disiplin, mendapatkan pengalaman praktik dan
etika
4. Peserta
didik lebih memahami tentang betapa pentingnya nilai-nilai disiplin bagi
masyarakat
E. SYARAT PENERAPAN RESEARCH BASED
LEARNING
(Widayati, 2010) Syarat
penerapan pembelajaran berbasis riset adalah:
1. Kebijakan
akademik
2. Ketersediaan
Learning resources (kurikulum, sarana dan prasarana)
3. Pengembangan
staf untuk pelaksanaan pembelajaran berbasis riset
a. Pengajar
menguasai metode penelitian.
b. Pengajar
berpengalaman melakukan kegiatan penelitian
c. Pengajar
berpengalaman melakukan praktek nyata/kerja di lapangan
4. Materi
pembelajaran berbasis evidence atau
bukti ilmiah
5. Peserta
didik memiliki motivasi untuk mengembangkan pola pikir ilmiah
6. Menghubungkan
antara penelitian dan proses belajar
7. Pembelajaran
bersifat aktif
F. EVALUASI DALAM RESAERCH BASED
LEARNING
(Widayati, 2010) Evasluasi dalam
pembelajaran berbasis riset bertujuan untuk mengukur ketercapaian kompetensi
peserta didik. Adapun bentuk evaluasi bisa berupa:
1. Tes
2. Kuis
3. Ujian
tulis
4. Kerja
kelompok
5. Portfolio
pembelajaran
6. Kontrak
belajar
7. Logbook
yang dibuat oleh peserta didik
G. KARAKTERISTIK RESEARCH BASED LEARNING
(Prahmana, 2015) Karakteristik dari model
pembelajaran berbasis riset adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran
yang terpusat kepada peserta didik;
2. Pengajar
bertindak sebagai fasilitator pembelajaran;
3. Peserta
didik memiliki suatu proyek penelitian;
4. Pembaharuan pembelajaran
atau pengayaan kurikulum dengan
mengintegrasikan hasil riset;
5. Partisipasi
aktif peserta didik di dalam pelaksanaan
riset;
6. Pembelajaran
dengan menggunakan instrumen riset;
7. Pengembangan
konteks riset secara inklusif (peserta didik mempelajari prosedur dan hasil riset untuk memahami
seluk-beluk sintesis);
8.
Peserta didik menyampaikan hasil penelitiannya
Jadi dapat disimpulkan bahwa
karakteristik dari model pembelajaran berbasis riset ini adalah siswa lebih
aktif dengan proyek penelitian yang ditugaskan.
H.
LANGKAH-LANGKAH
RESEARCH BASED LEARNING
Langkah-langkah dalam model
pembelajaran berbasis riset, tergantung pada peneliti pengembang riset.
1.
Model pembelajaran berbasis riset di
University of Griffith dan University of Melbourne (Prahmana, 2015)
a.
Memperbanyak bahan ajar dengan hasil
riset pendidik
b.
Menggunakan hasil riset termutakhir dan
melacak sejarahnya
c.
Pembelajaran dengan isu-isu terkini
d.
Mengajarkan metodologi penelitian dalam
pembelajaran
e.
Riset dengan skala kecil
f.
Riset dengan skala besar
g.
Siswa mengembangkan hasil riset di lingkungan
h.
evaluasi
2.
Model pembelajaran berbasis riset di
Institut Teknologi Bandung (Prahmana, 2015)
a.
Exposure
Stage (tahap pengenalan)
b.
Experience
Stage (tahap penelitian)
c.
Capstone
Stage (tahap evaluasi)
3.
Model pembelajaran berbasis riset
menurut (Cahyani, 2010)
a.
Mengidentifikasi masalah
b.
Menentukan strategi penelitian
c.
Kegiatan penelitian
d.
Pengulangan (jika diperlukan)
e.
Evaluasi
4. Model
pembelajaran berbasis riset menurut Tremp dalam (Tohir, Abidin, Dafik, & Hobri, 2018)
Berdasarkan
pembelajaran berbasis penelitian yang dilakukan oleh Pak Dafik (dosen UNEJ),
yang mengikuti model Tremp dan berfokus pada Sintaks, tujuh langkah diterapkan
secara sistematis. Langkah-langkah pembelajaran pembelajaran berbasis
penelitian tersebut yaitu,
a. merumuskan
pertanyaan umum,
b. ikhtisar
penelitian literatur,
c. mendefinisikan
pertanyaan,
d. merencanakan
kegiatan penelitian,
e. melakukan
investigasi,
f. interpretasi
dan pertimbangan hasil,
g. serta
laporan serta presentasi
I.
CONTOH
PEMBELAJARAN RESEARCH BASED LEARNING di SD
Model pembelajaran merupakan hal
yang sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini diperlukan
untuk mencegah rasa bosan siswa ketika belajar. Dengan kata lain model
pembelajaran yang variatif dapat dikategorikan sebagai motivasi belajar. Motivasi
belajar merupakan pendorong bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran, motivasi
tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa ataupun pegaruh dari luar (Amini & Nurwatni, 2019).
Selain itu pada rancangan
pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 guru di bantu dengan media buku tematik
terpadu dalam membelajarkan siswa. Pembelajaran tematik pada dasarnya adalah
kombinasi dari berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran tematik terpadu merupakan
salah satu pendekatan dalam pembelajaran terintegrasi yang memungkinkan siswa,
baik secara individu ataupun kelompok, untuk secara aktif mengeksplorasi serta
menemukan konsep dan prinsip ilmiah (Elvita, Amini, & Ahmad, 2019).
Menurut penulis langkah milik Tremp
yang diterapkan oleh pak Dafik (dosen UNEJ) merupakan langkah terbaik untuk
digunakan pada pembelajaran SD, karena langkah-langkahnya sistematis dan tidak
begitu rumit dengan langkah yang jelas.
Contohnya pada kelas 6 dalam tema
1, KD 4.4 yaitu mengikuti prosedur perkembangbiakan tumbuhan dan melaporkan
hasilnya dalam bentuk tulisan. Adapun penerapan langkah-langkah pembelajaran
berbasis riset pada KD 4.4 adalah sebagai berikut:
|
No.
|
Langkah RBL
|
Langkah Guru
|
Langkah Siswa
|
|
1.
|
Merumuskan pertanyaan umum
|
a. Menjelaskan
kembali materi tentang perkembangbiakan generatif
b. Memberi
kesempatan siswa untuk bertanya tentang perkembangbiakan generatif
|
a. Mendengarkan
meteri yang dijelaskan guru
b. Bertanya
tentang perkembangbiakan generatif
|
|
2.
|
Ikhtisar penelitian literatur
|
a. Meminta
siswa memberi kesimpulan tentang perkembangbiakan generatif
|
a. Memberi
kesimpulkan tentang perkembangbiakan generatif
|
|
3.
|
Mendefinisikan pertanyaan
|
a. Membagi
siswa menjadi beberapa kelompok kecil
b. Menjelaskan
tata cara observasi kepada siswa
|
a. Duduk
berdasarkan kelompok yang sudah ditentukan
b. Memahami
tata cara observasi yang dijelaskan guru
|
|
4.
|
Merencanakan kegiatan penelitian
|
a. Menugaskan
setiap kelompok untuk memilih satu tanaman yang akan diobservasi
b. Menugaskan
kelompok siswa untuk melakukan observasi terhadap terhadap tanaman yang
mereka pilih
c. Meminta
siswa mencatat prosedur perkembangbiakan tumbuhan yang mereka amati selama
observasi
|
a. Memilih
satu tanaman untuk diobservasi
b. Memahami
tugas yang diberikan guru
|
|
5.
|
Melakukan investigasi
|
a. Mengamati
dan mengawasi siswa yang sedang menjalankan observasi
|
a. Melakukan
observasi terhadap tanaman yang dipilih
b. Mencatat
prosedur perkembangbiakan tumbuhan yang diamati
|
|
6.
|
Laporan serta presentasi
|
a. Meminta
setiap kelompok untuk membacakan hasil observasi di depan kelas
|
a. Membacakan
hasil observasi didepan kelas
|
|
7.
|
Interpretasi dan pertimbangan hasil
|
a. Menilai
hasil observasi siswa
|
a. Mengumpulkan
hasil observasi kepada guru
|
BAGIAN
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Model
Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu
model pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam proses pembelajarannya. Siswa
yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya
sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat
dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal.
Terdapat
beberapa langkah dalam penerapan model Research Based Learning, salah satunya
yang menurut penulis lebih mudah diterapkan di SD yaitu model yang diterapkan
di Institut Teknologi Bandung dengan langkah-langkah Exposure Stage, Experience Stage, dan Capstone Stage.
B. Saran
Penulis
sadar bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Amini, R., & Nurwatni, -. (2019). The Effect of
Integrated Model and Motivation Models on Learning Outcome of Students in
Animal and Human Organ Order Material at Class V Elementary School/Paket A
Program. 293(Nfeic 2018), 80–86.
https://doi.org/10.2991/nfeic-18.2019.18
Cahyani, I. (2010). Peningkatan Kemampuan Menulis Makalah
Melalui Model Pembelajaran Berbasis Penelitian pada Mata Kuliah Umum Bahasa
Indonesia. Sosiohumanika: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan,
3(2), 175–192. Retrieved from http://mindamas-journals.com/index.php/sosiohumanika/article/view/411
Elvita, W., Amini, R., & Ahmad, R. (2019). The
Development of Integrated Thematic Textbooks with Scientific Approach for
Elementary Schools Students. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 4(1),
63–67. https://doi.org/10.29210/02353jpgi0005
Mulyaningsih, I. (2014). Pembelajaran Berbasis Riset Pada
Mata Kuliah “Teori Belajar Bahasa” di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, IAIN
Syekh Nurjati. (3).
Prahmana, R. C. I. (2015). Penelitian Pendidikan
Matematika; Pembelajaran Berbasis Riset.
Rangkuti, A. N. (2016). Pembelajaran Berbasis Riset Di
Perguruan Tinggi. Batusangkar International Conference, (October 2016),
15–16. Retrieved from
http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/proceedings/article/view/714/704
Syafitri, A. (2013). PENERAPAN MODEL RESEARCH BASED
LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR.
Tohir, M., Abidin, Z., Dafik, D., & Hobri, H. (2018).
Students creative thinking skills in solving two dimensional arithmetic series
through research-based learning. Journal of Physics: Conference Series, 1008(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1008/1/012072
Widayati, D. T. (2010). Padoman Umum Pembelajaran Berbasis
Riset. In Star.
Mantap bos sangat bermanfaat☺
BalasHapusTerima kasih, pak
HapusJaya selalu��,,semoga sukses
BalasHapusMantap.....jangan berhenti belajar
BalasHapusmantap tu Ngah,lnjutkan
BalasHapusSukses selalu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap bisa menambah referensi
BalasHapusMantuabbb diakk
BalasHapusPembelajaran berbasis leerning bagus.mudah mudahan bisa di jalankan dgn baik oleh guru yg mengajar.dan siswa lebih aktif pada saat KBM berlangsung
BalasHapusMantap pak.
BalasHapusTerimakasih ilmunya.
Saya jadi tau tetang model pemblajaran RBL..
Dalam model ini, semua pendekatan yang sesuai K13 masuk.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus