Senin, 08 Juni 2020

MODEL PEMBELAJARAN RESEARCH BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD


BAGIAN I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada hakikatnya pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan manusia untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan saja perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu, perubahan yang diharapkan meliputi seluruh aspek-aspek pendidikan seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Upaya peningkatan mutu pendidikan perlu dilaksanakan secara menyeluruh menyeliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap untuk meningkatkan serta mengembangkan keterampilan hidup melalui seperangkat kompetensi agar dapat bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berprestasi pada masa yang akan datang. Keseluruhan aspek itu dapat dikembangkan melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Proses pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan menarik perhatian siswa apabila menggunakan model pembelajaran yang sesuai pembelajaran, Pemilihan model pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran IPA perlu memperhatikan hakekat IPA, karakterisrtik anak SD, dan kurikulum IPA tingkat SD. Model tersebut merupakan model pembelajaran yang menarik, selain itu siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa. Model RBL merupakan model baru dalam pembelajaran. Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru,namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensipotensiyang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal. (Syafitri, 2013)

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu Research Based Learning?
2.      Bagaimana sifat Research Based Learning?
3.      Apa tujuan Research Based Learning?
4.      Apa manfaat Research Based Learning?
5.      Apa syarat diterapkannya Research Based Learning?
6.      Bagaimana evaluasi dalam Research Based Learning?
7.      Bagaimana karakteristik Research Based Learning?
8.      Apa saja langkah-langkah dalam Research Based Learning?
9.      Bagaimana contoh pembelajaran yang menggunakan model Research Based Learning?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui apa itu Research Based Learning?
2.      Memahami sifat Research Based Learning?
3.      Mengetahui tujuan Research Based Learning?
4.      Mengetahui manfaat Research Based Learning?
5.      Mengetahui syarat diterapkannya Research Based Learning?
6.      Mengetahui evaluasi dalam Research Based Learning?
7.      Memahami karakteristik Research Based Learning?
8.      Mengetahui langkah-langkah dalam Research Based Learning?
9.      Mengetahui contoh pembelajaran yang menggunakan model Research Based Learning?
  

BAGIAN II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN RESEARCH BASED LEARNING
Menurut (Rangkuti, 2016) pembelajaran berbasis riset adalah sistem pengajaran yang bersifat otentik problem solving dengan sudut pandang formulasi permasalahan, penyelesaian masalah, dan mengkomunikasikan manfaat hasil penelitian.
(Mulyaningsih, 2014) Berpendapat bahwa pembelajaran berbasis riset merupakan metode pembelajaran yang menggunakan authentic learning, problem-solving, cooperative learning, contextual (hands on & minds on), dan inquiry discovery approach yang dipandu oleh filosofi konstruktivisme. Filosofi konstruktivisme yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu:
1.      Pembelajaran yang membangun pemahaman peserta didik;
2.      pembelajaran dengan mengembangkan prior knowledge;
3.      pembelajaran yang merupakan proses interaksi sosial;
4.      dan pembelajaran bermakna yang dicapai melalui pengalaman nyata.

B.     SIFAT RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Pembelajaran berbasis riset bersifat multifaset yang mengacu kepada berbagai macam metode pembelajaran. Pembelajaran berbasis riset memberi peluang bagi pengembangan metode pembelajaran, seperti:
1.      Pembaharuan pembelajaran (pengayaan kurikulum) dengan mengintegrasikan hasil riset;
2.      partisipasi aktif peserta didik di dalam pelaksanaan riset;
3.      pembelajaran dengan menggunakan instrumen riset;
4.    dan pengembangan konteks riset secara inklusif (peserta didik mempelajari prosedur dan hasil riset untuk memahami seluk-beluk sintesis).

C.    TUJUAN RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Pembelajaran berbasis riset bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang mengarah pada aktifitas analisis, sintesis, dan evaluasi serta meningkatkan kemampuan peserta didik dan dosen dalam hal asimilasi dan aplikasi pengetahuan.
Tujuan tersebut secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
1.  Meningkatkan makna mata pelajaran agar lebih bersifat kontekstual melalui pemaparan hasil-hasil penelitian
2.      Memperkuat kemampuan berpikir peserta didik sebagai peneliti
3.      Melengkapi pembelajaran melalui internalisasi nilai penelitian, praktik, dan etika penelitian dengan cara melibatkan penelitian
4.      Meningkatkan mutu penelitian dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan penelitian
5.      Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang perkembangan suatu ilmu melalui penelitian yang berkelanjutan
6.      Meningkatkan pemahaman tentang peran penelitian dalam inovasi sehingga mendorong peserta didik untuk selalu berpikir kreatif di masa datang
7.      Meningkatkan kualitas pembelajaran secara umum

D.    MANFAAT RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Manfaat Pembelajaran berbasis riset dikenal sejak beberapa dasawarsa yang lalu, beberapa literatur menyetarakan dengan project-based learning karena hampir tidak ada proyek yang tidak melibatkan penelitian (yaitu evaluasi). Dengan pembelajaran berbasis riset maka peserta didik dapat memperoleh berbagai manfaat dalam konteks pengembangan metakognisi dan pencapaian kompetensi yang dapat dipetik selama menjalani proses pembelajaran. Manfaat yang dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.      Peserta didik mengalami pengembangan dan peningkatan kapabilitas dan kompetensi yang lebih tinggi, termasuk:
a.       Kompetensi umum, misalnya berpikir secara kritis dan analitik, mengevaluasi informasi, dan pemecahan masalah
b.      Kompetensi dalam hal melaksanakan dan mengevaluasi penelitian yang sangat bermanfaat dan membantu dalam pengembangan profesional yang mengedepankan inovasi dan keunggulan
2.      Peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memiliki peluang untuk aktif di dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan dunia praktik kelak di kemudian hari.
3.      Peserta didik terlatih dengan nilai-nilai disiplin, mendapatkan pengalaman praktik dan etika
4.      Peserta didik lebih memahami tentang betapa pentingnya nilai-nilai disiplin bagi masyarakat

E.     SYARAT PENERAPAN RESEARCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Syarat penerapan pembelajaran berbasis riset adalah:
1.      Kebijakan akademik
2.      Ketersediaan Learning resources (kurikulum, sarana dan prasarana)
3.      Pengembangan staf untuk pelaksanaan pembelajaran berbasis riset
a.       Pengajar menguasai metode penelitian.
b.      Pengajar berpengalaman melakukan kegiatan penelitian
c.       Pengajar berpengalaman melakukan praktek nyata/kerja di lapangan
4.      Materi pembelajaran berbasis evidence atau bukti ilmiah
5.      Peserta didik memiliki motivasi untuk mengembangkan pola pikir ilmiah
6.      Menghubungkan antara penelitian dan proses belajar
7.      Pembelajaran bersifat aktif

F.     EVALUASI DALAM RESAERCH BASED LEARNING
(Widayati, 2010) Evasluasi dalam pembelajaran berbasis riset bertujuan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik. Adapun bentuk evaluasi bisa berupa:
1.      Tes
2.      Kuis
3.      Ujian tulis
4.      Kerja kelompok
5.      Portfolio pembelajaran
6.      Kontrak belajar
7.      Logbook yang dibuat oleh peserta didik

G.    KARAKTERISTIK RESEARCH BASED LEARNING
(Prahmana, 2015) Karakteristik dari model pembelajaran berbasis riset adalah sebagai berikut:
1.      Pembelajaran yang terpusat kepada peserta didik;
2.      Pengajar bertindak sebagai fasilitator pembelajaran;
3.      Peserta didik memiliki suatu proyek penelitian;
4.      Pembaharuan pembelajaran atau pengayaan  kurikulum dengan mengintegrasikan hasil riset;
5.      Partisipasi aktif peserta didik di dalam  pelaksanaan riset;
6.      Pembelajaran dengan menggunakan instrumen riset;
7.      Pengembangan konteks riset secara inklusif (peserta didik mempelajari  prosedur dan hasil riset untuk memahami seluk-beluk  sintesis);
8.      Peserta didik menyampaikan hasil penelitiannya
Jadi dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari model pembelajaran berbasis riset ini adalah siswa lebih aktif dengan proyek penelitian yang ditugaskan.

H.    LANGKAH-LANGKAH RESEARCH BASED LEARNING
Langkah-langkah dalam model pembelajaran berbasis riset, tergantung pada peneliti pengembang riset.
1.      Model pembelajaran berbasis riset di University of Griffith dan University of Melbourne (Prahmana, 2015)
a.       Memperbanyak bahan ajar dengan hasil riset pendidik
b.      Menggunakan hasil riset termutakhir dan melacak sejarahnya
c.       Pembelajaran dengan isu-isu terkini
d.      Mengajarkan metodologi penelitian dalam pembelajaran
e.       Riset dengan skala kecil
f.       Riset dengan skala besar
g.      Siswa mengembangkan hasil riset di lingkungan
h.      evaluasi
2.      Model pembelajaran berbasis riset di Institut Teknologi Bandung (Prahmana, 2015)
a.       Exposure Stage (tahap pengenalan)
b.      Experience Stage (tahap penelitian)
c.       Capstone Stage (tahap evaluasi)
3.      Model pembelajaran berbasis riset menurut (Cahyani, 2010)
a.       Mengidentifikasi masalah
b.      Menentukan strategi penelitian
c.       Kegiatan penelitian
d.      Pengulangan (jika diperlukan)
e.       Evaluasi
4.      Model pembelajaran berbasis riset menurut Tremp dalam (Tohir, Abidin, Dafik, & Hobri, 2018)
Berdasarkan pembelajaran berbasis penelitian yang dilakukan oleh Pak Dafik (dosen UNEJ), yang mengikuti model Tremp dan berfokus pada Sintaks, tujuh langkah diterapkan secara sistematis. Langkah-langkah pembelajaran pembelajaran berbasis penelitian tersebut yaitu,
a.       merumuskan pertanyaan umum,
b.      ikhtisar penelitian literatur,
c.       mendefinisikan pertanyaan,
d.      merencanakan kegiatan penelitian,
e.       melakukan investigasi,
f.       interpretasi dan pertimbangan hasil,
g.      serta laporan serta presentasi

I.       CONTOH PEMBELAJARAN RESEARCH BASED LEARNING di SD
Model pembelajaran merupakan hal yang sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini diperlukan untuk mencegah rasa bosan siswa ketika belajar. Dengan kata lain model pembelajaran yang variatif dapat dikategorikan sebagai motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan pendorong bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran, motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa ataupun pegaruh dari luar (Amini & Nurwatni, 2019).
Selain itu pada rancangan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 guru di bantu dengan media buku tematik terpadu dalam membelajarkan siswa. Pembelajaran tematik pada dasarnya adalah kombinasi dari berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran tematik terpadu merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran terintegrasi yang memungkinkan siswa, baik secara individu ataupun kelompok, untuk secara aktif mengeksplorasi serta menemukan konsep dan prinsip ilmiah (Elvita, Amini, & Ahmad, 2019).
Menurut penulis langkah milik Tremp yang diterapkan oleh pak Dafik (dosen UNEJ) merupakan langkah terbaik untuk digunakan pada pembelajaran SD, karena langkah-langkahnya sistematis dan tidak begitu rumit dengan langkah yang jelas.
Contohnya pada kelas 6 dalam tema 1, KD 4.4 yaitu mengikuti prosedur perkembangbiakan tumbuhan dan melaporkan hasilnya dalam bentuk tulisan. Adapun penerapan langkah-langkah pembelajaran berbasis riset pada KD 4.4 adalah sebagai berikut:
No.
Langkah RBL
Langkah Guru
Langkah Siswa
1.
Merumuskan pertanyaan umum
a.       Menjelaskan kembali materi tentang perkembangbiakan generatif
b.      Memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang perkembangbiakan generatif
a.       Mendengarkan meteri yang dijelaskan guru
b.      Bertanya tentang perkembangbiakan generatif
2.
Ikhtisar penelitian literatur
a.       Meminta siswa memberi kesimpulan tentang perkembangbiakan generatif
a.       Memberi kesimpulkan tentang perkembangbiakan generatif
3.
Mendefinisikan pertanyaan
a.       Membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil
b.      Menjelaskan tata cara observasi kepada siswa
a.       Duduk berdasarkan kelompok yang sudah ditentukan
b.      Memahami tata cara observasi yang dijelaskan guru
4.
Merencanakan kegiatan penelitian
a.       Menugaskan setiap kelompok untuk memilih satu tanaman yang akan diobservasi
b.      Menugaskan kelompok siswa untuk melakukan observasi terhadap terhadap tanaman yang mereka pilih
c.       Meminta siswa mencatat prosedur perkembangbiakan tumbuhan yang mereka amati selama observasi
a.       Memilih satu tanaman untuk diobservasi
b.      Memahami tugas yang diberikan guru
5.
Melakukan investigasi
a.       Mengamati dan mengawasi siswa yang sedang menjalankan observasi
a.       Melakukan observasi terhadap tanaman yang dipilih
b.      Mencatat prosedur perkembangbiakan tumbuhan yang diamati
6.
Laporan serta presentasi
a.       Meminta setiap kelompok untuk membacakan hasil observasi di depan kelas
a.       Membacakan hasil observasi didepan kelas
7.
Interpretasi dan pertimbangan hasil
a.       Menilai hasil observasi siswa
a.       Mengumpulkan hasil observasi kepada guru


BAGIAN III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam proses pembelajarannya. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal.
Terdapat beberapa langkah dalam penerapan model Research Based Learning, salah satunya yang menurut penulis lebih mudah diterapkan di SD yaitu model yang diterapkan di Institut Teknologi Bandung dengan langkah-langkah Exposure Stage, Experience Stage, dan Capstone Stage.

B.     Saran
Penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan makalah ini.
  

DAFTAR PUSTAKA

Amini, R., & Nurwatni, -. (2019). The Effect of Integrated Model and Motivation Models on Learning Outcome of Students in Animal and Human Organ Order Material at Class V Elementary School/Paket A Program. 293(Nfeic 2018), 80–86. https://doi.org/10.2991/nfeic-18.2019.18
Cahyani, I. (2010). Peningkatan Kemampuan Menulis Makalah Melalui Model Pembelajaran Berbasis Penelitian pada Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia. Sosiohumanika: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan, 3(2), 175–192. Retrieved from http://mindamas-journals.com/index.php/sosiohumanika/article/view/411
Elvita, W., Amini, R., & Ahmad, R. (2019). The Development of Integrated Thematic Textbooks with Scientific Approach for Elementary Schools Students. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 4(1), 63–67. https://doi.org/10.29210/02353jpgi0005
Mulyaningsih, I. (2014). Pembelajaran Berbasis Riset Pada Mata Kuliah “Teori Belajar Bahasa” di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Syekh Nurjati. (3).
Prahmana, R. C. I. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika; Pembelajaran Berbasis Riset.
Rangkuti, A. N. (2016). Pembelajaran Berbasis Riset Di Perguruan Tinggi. Batusangkar International Conference, (October 2016), 15–16. Retrieved from http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/proceedings/article/view/714/704
Syafitri, A. (2013). PENERAPAN MODEL RESEARCH BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR.
Tohir, M., Abidin, Z., Dafik, D., & Hobri, H. (2018). Students creative thinking skills in solving two dimensional arithmetic series through research-based learning. Journal of Physics: Conference Series, 1008(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1008/1/012072
Widayati, D. T. (2010). Padoman Umum Pembelajaran Berbasis Riset. In Star.


12 komentar:

  1. Jaya selalu��,,semoga sukses

    BalasHapus
  2. Mantap.....jangan berhenti belajar

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Pembelajaran berbasis leerning bagus.mudah mudahan bisa di jalankan dgn baik oleh guru yg mengajar.dan siswa lebih aktif pada saat KBM berlangsung

    BalasHapus
  5. Mantap pak.
    Terimakasih ilmunya.
    Saya jadi tau tetang model pemblajaran RBL..
    Dalam model ini, semua pendekatan yang sesuai K13 masuk.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus